
Candi Kidal merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singhasari (1227 - 1248) yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa yang ter 7 Km dari Kecamatan Tumpang tepatnya di Desa Kidal.
Candi Kidal diperkirakan selesai pembangunannya sekitar tahun 1260. Candi ini menghadap Barat dengan ketinggian 12,5 meter.
Ada sebuah pahatan dari cerita Garuda yang mencuri Amarta, air kehidupan, untuk dipergunakan menebus ibunya yang diperbudak oleh saudaranya.

Dikisahkan, Gubernur Raffles pada tahun 1815 pernah mengunjungi Candi Jago atau Jajaghu. Bahkan dia menuliskannya dalam bukunya yang berjudul "History of Java". Bentuk yang khas dari candi ini adalah Bentuknya yang tersusun 3 teras dengan badan candi agak kebelakang.
Candi Jago atau Jajaghu merupakan pusara Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singhasari sebagai Budha Amogapasya yang mangkat pada tahun 1268. Letak Candi Jago atau Jajaghu ini terdapat di Desa Tumpang Kecamatan Tumpang.
Adanya relief keliling dengan 5 buah cerita, adalah yang khas dari candi ini. Kelima cerita itu yaitu Tantri Kamandeka, Kuntjarakarna, Parthayajna, Arjunawiwaha dan Krisnayana dengan bentuk-bentuk pelakunya yangmirip wayang kulit, seperti halnya pula yang terdapat di Candi Penataran, Blitar.

Pantai Balekambang ini cukup menawan. Fasilitas di pantai Balekambang juga cukup memadai, antara lain; tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sedeharna, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo. Pantai yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut dan pantai landai ini dipenuhi juga dengan karang laut, menjadikan keindahan Pantai Balekambang tidak terlupakan. Apalagi sewaktu air laut surut tampak di atas air dan disela-selanya ikan hias berkerumun serta satwa laut lain yang beraneka ragam.
Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni adalah tiga pulau yang tampak berjajar ke arah barat. Pulau Ismoyo ini tampat sebuah Pura yang berdiri megah yang dihubungkan dengan sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter.
Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisataman baik dari dalam negeri maupun mancanegara, terutama pada bulan Suro. Upacara Surohan (Suro'an) dan Upacara Jalanidhi Puja adalah acara khusus di Pantai Balekambang ini.
Pantai Balekambang terletak sebelah selatan kota Malang, tepatnya di Kecamatan Bantur kurang lebih 65 km. Pantai Balekambang dapat dicapai melewati Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, kemudian ke Desa Srigonco. Selain itu perjalanan ini bisa pula dicapai melalui Kecamatan Kepanjen, lalu menuju Kecamatan Pagak setelah itu belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur.

Suasana pegunungan yang sejuk dan cukup lebatnya hutan di wilayah ini, menjadikan Coban Talun sebagai salah satu tempat perkemahan yang ideal. Selain itu, juga terdapat air terjun dengan airnya yang sejuk.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini, harus melalui jalan setapak yang memliki kemiringan yang cukup tinggi. Dan karena itulah untuk menuju tempat ini membutuhkan stamina yang lebih prima, bila dibandingkan dengan perjalanan menuju Coban Rais. Walaupun jarak ke Coban Rais lebih jauh.
Tidak disarankan memasuki kawasan air terjun Coban Talun ini di musim hujan karena tanah yang licin, bahaya banjir dan longsor

Coban Rais merupakan salah satu obyek wisata air terjun di kota Batu. Untuk mencapai air terjun Coban Rais, harus melalui jalan setapak yang relatif landai, jalan hutan, dan menyusuri sungai yang memakan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Dan selama perjalanan, anda dapat menikmati suguhan pemandangan Kota Batu yang memikat mata.
Tempat ini juga cocok untuk tempat perkemahan didukung dengan suasana alam air terjun dengan ketinggian 20m.
Pagi hari merupakan waktu terbaik jika ingin mengunjungi tempat wisata ini. Dan sangat tidak disarankan untuk mengunjungi tempat ini saat musim hujan.

Wana wisata Coban Pelangi merupakan sebuah air terjun di sebelah timur Kota Malang yang berjarak sekitar 2 km dari Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas, mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter dan merupakan wisata alam yang masih belum di kelola. Objek wisata ini masih alami di tengah hutan dan sebelah kanan kirinya tumbuh Panorama menuju Coban Pelangipohon-pohon pinus yang cukup lebat dengan suhu udara antara 190 - 230 Celcius dan termasuk dalam zona BTS. Untuk menuju lokasi, terdapat jalan setapak sepanjang 1,5 km dan shelter tempat istirahat.
